Kamis, 07 Juni 2012

SINTESIS AMIDA


        Senyawa amida dapat disintesis dengan beberapa cara yaitu dengan dehidrasi garam ammonium, dimana asam karboksilat dicampur dengan amina akan diperoleh garam ammonium yang kemudian didehidrasi membentuk senyawa amida. Menurut Fessenden, R.J. dan Fessenden, J.S. (1986) amida dapat disintesis dengan mereaksikan antara ester dengan amoniak cair dan menghasilkan hasil samping etanol. Amida juga dapat disintesis dengan turunan asam karboksilat lainnya seperti anhidrida asam halida asam dengan amoniak cair.
         Senyawa amida memiliki kegunaan yang luas dalam kehidupan antara lain dapat berguna dalam pembuatan obat-obatan seperti sulfoamida yang digunakan untuk melawan infeksi dalam tubuh manusia, sebagai zat antara dalam pembuatan amina, sebagai bahan awal dalam pembuatan suatu polimer seperti palmitamida yang digunakan sebagai bahan penyerasi pada penguatan karet alam dengan silika.
      Sintesis senyawa amida telah banyak dilakukan oleh peneliti sebelumnya,  diantaranya adalah Sintesis senyawa amida dari trigliserida telah dilakukan oleh Farizal (2004), dimana senyawa amida dibuat dengan mereaksikan antara trigliserida  dengan amoniak berlebih dengan berbagai variasi waktu dan suhu tetapi tanpa menggunakan katalis. Hal yang sama juga telah dilakukan oleh Makmun, S.W (2004) 
yang mensintesis senyawa fatty amida dari minyak kelapa sawit dengan metode yang sama yaitu dengan mereaksikan metil oleat dengan amoniak berlebih  tetapi tanpa penggunaan pelarut dan katalis, dimana mengalami kesulitan karena konsentrasi lemak yang tinggi sehingga reaksinya dengan amoniak kemungkinan akan membutuhkan energi yang sangat besar. Manihuruk (2009) juga telah berhasil mensintesis asam azelat dengan amoniak bertekanan menggunakan katalis nikel pada suhu 1800senyawa ini mempunyai 2 gugus karboksil, reaksi asam azelat dengan ammoniak tersebut menghasilkan senyawa Nonana-1,9-diamida sebanyak 70,2%. Sintesis dekanamida dari asam dekanoat juga telah dilakukan oleh manihuruk (2008) yaitu dengan mereaksikan asam dekanoat (C10H21COOH) dengan amoniak bertekanan menggunakan katalis nikel berlangsung pada suhu 1500C (Hutauruk,2008).
          Karena itu, dalam penelitian ini senyawa amida disintesis dari asam palmitat, suatu asam rantai panjang (C15H31COOH), dengan mereaksikan asam palmitat   dengan gas amoniak menggunakan katalis Nikel dilakukan selama 10 jam pada suhu 1800C sehingga diharapkan ikatan N-H dapat dipecah dengan energi yang lebih rendah dan memudahkan berjalannya reaksi amidasi.

3 komentar:

  1. Dalam reaksi amidasi trigliserida menjadi senyawa amida yang telah dilakukan tanpa
    penggunaan katalis, diperlukan suhu yang tinggi agar reaksi tersebut dapat terjadi.
    Maka dalam penelitian ini, dipergunakan katalis nikel yang diharapkan reaksi amidasi
    asam palmitat menjadi palmitamida dapat berlangsung pada suhu rendah. Mengapa harus digunakan katalis nikel dan apa keunggulan dari katalis tersebut

    BalasHapus
  2. Nikel Raney adalah sejenis katalis padat yang terdiri dari butiran halusaloinikel-alumuniumyang digunakan dalam berbagai proses industri. Katalis inidikembangkan pada tahun 1926 olehinsinyurAmerikaMurray Raneysebagai katalis alternatif untuk hidrogenasiminyak nabatipada berbagai proses industri. Baru-baru ini, katalis nikel digunakan sebagaikatalisheterogen pada berbagai macamsintesis organik,umumnya untuk reaksi hidrogenasi.

    Katalis nikel sering juga disebut dengan katalis kerangka atau katalis logamspons digunakan untuk merujuk pada katalis yang mempunyai sifat-sifat fisika dankimia yang mirip dengan nikel Raney. Nikel Raney dihasilkan ketika aloi nikel-aluminium diberikannatrium hidroksidapekat. Perlakuan yang disebut "aktivasi" inimelarutkan keluar kebanyakan aluminium dalam aloi tersebut. Struktur berpori-poriyang ditinggalkan mempunyai luas permukaan yang besar, menyebabkan tingginyaaktivitas katalitik katalis ini. Katalis ini pada umumnya mengandung 85% nikelberdasarkan massa, berkorespondensi dengan dua atom nikel untuk setiap atomaluminium. Aluminium membantu menjaga stuktur pori katalis ini secara keseluruhan.

    BalasHapus
  3. Nikel merupakanlogam transisi yang berada pada golongan VIIIB dan telah digunakan sebagai katalis.Penggunaan nikel telah banyak dikenal dalam reaksi organik yaitu sebagai katalisheterogen.

    Katalis nikel sebagai contoh nikel raney sering digunakan untuk reduksikatalitik (Cotton dan Wilkinson,1989)Nikel Raney adalah sejenis katalis padat yang terdiri dari butiran halusaloinikel-alumuniumyang digunakan dalam berbagai proses industri. Katalis inidikembangkan pada tahun 1926 olehinsinyurAmerikaMurray Raneysebagai katalis alternatif untuk hidrogenasiminyak nabatipada berbagai proses industri. Baru-baru ini, katalis nikel digunakan sebagaikatalisheterogen pada berbagai macamsintesis organik,umumnya untuk reaksi hidrogenasi.Katalis nikel sering juga disebut dengan katalis kerangka atau katalis logamspons digunakan untuk merujuk pada katalis yang mempunyai sifat-sifat fisika dankimia yang mirip dengan nikel Raney. Nikel Raney dihasilkan ketika aloi nikel-aluminium diberikannatrium hidroksidapekat. Perlakuan yang disebut "aktivasi" inimelarutkan keluar kebanyakan aluminium dalam aloi tersebut.

    Struktur berpori-poriyang ditinggalkan mempunyai luas permukaan yang besar, menyebabkan tingginyaaktivitas katalitik katalis ini. Katalis ini pada umumnya mengandung 85% nikelberdasarkan massa, berkorespondensi dengan dua atom nikel untuk setiap atomaluminium. Aluminium membantu menjaga stuktur pori katalis ini secara keseluruhan.Secara makroskopis, nikel Raney terlihat sebagai bubuk halus yang berwarnakelabu. Secara mikroskopis, setiap partikel pada bubuk ini terlihat sepertijaringtigadimensi, dengan ukuran dan bentuk pori-pori yang tidak tentu yang dibentuk selamaproses pelindian. Nikel Raney secara struktural dan termal stabil, serta mempunyai luas permukaanBETyang besar. Sifat-sifat ini merupakan akibat langsung dari prosesaktivasi, yang juga mengakibatkan aktivitas katalitik katalis yang relatif tinggi.Selama proses aktivasi, aluminium diukeluarkan dari fase NiAl3 dan Ni2Al3 yang terdapat pada aloi, sedangkan aluminium yang tersisa berada dalam bentuk NiAl.Pengeluaran aluminium pada beberapa fase tertentu dikenal sebagaipelindian selektif. Dapat ditunjukkan bahwa fase NiAl berkontribusi dalam menjaga stabilitas strukturaldan termal katalis.

    Oleh sebab itu, katalis ini cukup resistan terhadap dekomposisi.Resistansi ini mengijinkan nikel Raney untuk disimpan dan digunakan kembali untuk beberapa periode waktu; namun, nikel Raney yang baru dibuat biasanya lebih dipilihuntuk digunakan dalam laboratorium.Karenanya, nikel Raney komersial tersediadalam bentuk aktif dan takaktif.Luas permukaan katalis biasanya ditentukan dengan pengukuran BETmenggunakangasyang akan secara selektif terserap pada permukaan logam (misalnyahidrogen).
    Dengan menggunakan pengukuran ini, ditemukan bahwa hampir semualuas permukaan pada partikel katalis mempunyai nikel pada permukaannya. Oleh karena nikel merupakan logam aktif katalis, luas permukaan nikel yang besarmengimplikasikan terdapatnya luas permukaan yang besar yang tersedia untuk sebuahreaksi untuk berjalan secara bersamaan, merefleksikan peningkatan aktivitas katalitik.

    BalasHapus